Kamis, 05 Mei 2011
D' Purple: Syair Kerinduanku
D' Purple: Syair Kerinduanku: "Dalam bulir kisah hidup yang mengalir Terukir cinta-Mu ya Rabb Penguasa jiwaku, seluruh sudut hatiku juga resah rinduku Aku ingin mencinta..."
D' Purple: What can we do then??
D' Purple: What can we do then??: "Hari ini saya kembali berkutat dengan aktifitas yang selalu saya lakukan, ya..salah satunya adalah mengajar.. 'guru' atau apapun itu sering..."
What can we do then??
Hari ini saya kembali berkutat dengan aktifitas yang selalu saya lakukan, ya..salah satunya adalah mengajar..
"guru" atau apapun itu sering kali dianggap sebagai seseorang yang memiliki "value" yang kurang berkualitas. Lihat saja realitas ketika kita masih duduk di bangku sekolah SD,SMP, dan SMA, saya rasa lebih banyak murid yang meremehkan gurunya dibandingkan menyadari betapa pentingnya arti guru bagi setiap kehidupan manusia. kasarnya, guru adalah media kita untuk bisa menerima banyak informasi dan ilmu yang sulit kita lakukan sendiri. Saya sangat bahagia untuk dapat berbagi ilmu dengan siapapun, bahkan untuk anak-anak yang tidak saya kenal, mungkin yang saya tahu, mereka hanyalah anak SMA yang sudah berada di tingkat akhir dan ingin mengikuti tes SNMPTN untuk bisa melanjutkan kuliah mereka walaupun mereka berada di daerah pinggiran seperti Jatinangor.
Ketika saya menjelaskan, mereka memperhatikan dengan serius, melihat ke arah saya dengan harapan ilmu yang saya salurkan dapat diterima dengan baik oleh mereka. Saya sangat salut, mereka dengan gigih berjuang untuk dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Bayangkan ketika anak seusia mereka biasanya jam 9 pagi masih menonton tv, bermain, atau bahkan masih terlelap menikmati mimpi-mimpi yang terlalu indah untuk ditinggalkan dan kembali ke dunia nyata, mereka dengan semangat pergi ke tempat bimbel "nonprofit" yang walaupun seadanya tapi tetap mencoba untuk setidaknya melangkahkan kaki mereka dan berniat menyambut ilmu yang ada sampai habis zuhur. Setelah itu mereka mengikuti bimbingan belajar dari UNPAD dari jam 2 siang sampai habis magrib dan itu berlangsung setiap hari..SUNGGUH MENAKJUBKAN DAN IRONIS. Ketika banyak orang yang memiliki fasilitas lengkap lebih memilih untuk bermain, nongkrong, menghabiskan waktu yang tidak jelas, dan tidur. Mereka, "laskar tangguh" (begitulah aku menamakannya) dengan segala keterbatasan dan kondisinya masih merelakan diri mereka untuk terus berusaha lebih baik. Bagaimana dengan kita???
Ketika aku pulang setelah selesai mengajar, aku menonton sebuah tayangan yang menceritakan tentang seorang pengajar bernama Yohanes Surya. Dia adalah seorang pengajar matematika dan fisika yang dengan penuh ketulusan berkontribusi untuk berjuang mengajarkan anak-anak pelosok maupun guru-guru di daerah pedalaman untuk bisa menyukai dan mempelajari matematika dengan cara yang lebih mudah. Ia pun telah mencetak banyak pemenang juara sains internasional. Ketika semua orang mencemooh Indonesia dan mencoba untuk menjelek-jelekkan negaranya sendiri, ia justru ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang maju dalam pengetahuan sains'nya. hal ini membuat saya semakin termotivasi bahwa lebih baik kita mencoba untuk memperbaiki diri kita sendiri, dibandingkan sibuk menyalahkan diri jika kita memiliki kekurangan, dan itu bisa menjadi salah satu analogi yang bisa kita pegang akan bangsa kita sendiri, bangsa Indonesia.
Marilah kawan, kita bangun negara kita walaupun dengan hal yang kecil. Namun ketika hal tersebut bermanfaat saya rasa itu tidak akan menjadi suatu hal yang sia-sia begitu saja. Buktikan bahwa kita adalah orang-orang yang tangguh,, jangan terlalu memusingkan segala hal yang ingin kita dapatkan, tapi pikirkan dengan keras bagaimana caranya untuk dapat menjadikan hidup kita lebih berkualitas dari hari ke hari. Berfikirlah dengan keras bagaimana caranya untuk lebih banyak memberi energi positif yang bisa dibagikan untuk orang lain. Jangan hanya diam dan memaki, tetapi lakukan sesuatu dan berubahlah menjadi solusi. Tulisan ini saya buat untuk menjadi cambuk bagi diri saya dan juga para teman-teman yang membaca tulisan ini. Semoga apa yang telah saya tulis bisa menjadi bermanfaat bagi semua dan semoga akan selalu bermanfaat.. ^_^ semangat!!! tetap simpan api semangatmu dan biarkanlah orang lain merasakan kehangatannya atau bahkan bara apinya sekalipun!! Keep fighting for the best!!
"guru" atau apapun itu sering kali dianggap sebagai seseorang yang memiliki "value" yang kurang berkualitas. Lihat saja realitas ketika kita masih duduk di bangku sekolah SD,SMP, dan SMA, saya rasa lebih banyak murid yang meremehkan gurunya dibandingkan menyadari betapa pentingnya arti guru bagi setiap kehidupan manusia. kasarnya, guru adalah media kita untuk bisa menerima banyak informasi dan ilmu yang sulit kita lakukan sendiri. Saya sangat bahagia untuk dapat berbagi ilmu dengan siapapun, bahkan untuk anak-anak yang tidak saya kenal, mungkin yang saya tahu, mereka hanyalah anak SMA yang sudah berada di tingkat akhir dan ingin mengikuti tes SNMPTN untuk bisa melanjutkan kuliah mereka walaupun mereka berada di daerah pinggiran seperti Jatinangor.
Ketika saya menjelaskan, mereka memperhatikan dengan serius, melihat ke arah saya dengan harapan ilmu yang saya salurkan dapat diterima dengan baik oleh mereka. Saya sangat salut, mereka dengan gigih berjuang untuk dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Bayangkan ketika anak seusia mereka biasanya jam 9 pagi masih menonton tv, bermain, atau bahkan masih terlelap menikmati mimpi-mimpi yang terlalu indah untuk ditinggalkan dan kembali ke dunia nyata, mereka dengan semangat pergi ke tempat bimbel "nonprofit" yang walaupun seadanya tapi tetap mencoba untuk setidaknya melangkahkan kaki mereka dan berniat menyambut ilmu yang ada sampai habis zuhur. Setelah itu mereka mengikuti bimbingan belajar dari UNPAD dari jam 2 siang sampai habis magrib dan itu berlangsung setiap hari..SUNGGUH MENAKJUBKAN DAN IRONIS. Ketika banyak orang yang memiliki fasilitas lengkap lebih memilih untuk bermain, nongkrong, menghabiskan waktu yang tidak jelas, dan tidur. Mereka, "laskar tangguh" (begitulah aku menamakannya) dengan segala keterbatasan dan kondisinya masih merelakan diri mereka untuk terus berusaha lebih baik. Bagaimana dengan kita???
Ketika aku pulang setelah selesai mengajar, aku menonton sebuah tayangan yang menceritakan tentang seorang pengajar bernama Yohanes Surya. Dia adalah seorang pengajar matematika dan fisika yang dengan penuh ketulusan berkontribusi untuk berjuang mengajarkan anak-anak pelosok maupun guru-guru di daerah pedalaman untuk bisa menyukai dan mempelajari matematika dengan cara yang lebih mudah. Ia pun telah mencetak banyak pemenang juara sains internasional. Ketika semua orang mencemooh Indonesia dan mencoba untuk menjelek-jelekkan negaranya sendiri, ia justru ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang maju dalam pengetahuan sains'nya. hal ini membuat saya semakin termotivasi bahwa lebih baik kita mencoba untuk memperbaiki diri kita sendiri, dibandingkan sibuk menyalahkan diri jika kita memiliki kekurangan, dan itu bisa menjadi salah satu analogi yang bisa kita pegang akan bangsa kita sendiri, bangsa Indonesia.
Marilah kawan, kita bangun negara kita walaupun dengan hal yang kecil. Namun ketika hal tersebut bermanfaat saya rasa itu tidak akan menjadi suatu hal yang sia-sia begitu saja. Buktikan bahwa kita adalah orang-orang yang tangguh,, jangan terlalu memusingkan segala hal yang ingin kita dapatkan, tapi pikirkan dengan keras bagaimana caranya untuk dapat menjadikan hidup kita lebih berkualitas dari hari ke hari. Berfikirlah dengan keras bagaimana caranya untuk lebih banyak memberi energi positif yang bisa dibagikan untuk orang lain. Jangan hanya diam dan memaki, tetapi lakukan sesuatu dan berubahlah menjadi solusi. Tulisan ini saya buat untuk menjadi cambuk bagi diri saya dan juga para teman-teman yang membaca tulisan ini. Semoga apa yang telah saya tulis bisa menjadi bermanfaat bagi semua dan semoga akan selalu bermanfaat.. ^_^ semangat!!! tetap simpan api semangatmu dan biarkanlah orang lain merasakan kehangatannya atau bahkan bara apinya sekalipun!! Keep fighting for the best!!
Rabu, 04 Mei 2011
Syair Kerinduanku
Dalam bulir kisah hidup yang mengalir
Terukir cinta-Mu ya Rabb
Penguasa jiwaku, seluruh sudut hatiku juga resah rinduku
Aku ingin mencintai-Mu
Seperti bulan yang mencintai malamnya
Aku ingin Mencintai-Mu
Seperti ukiran alam-Mu yang mencintai indahnya
Seperti ayunan kata yang tertulis dalam asma-Mu untuk muliakan nama-Mu
Namun sejuta umpatan diri ini
Begitu rapuh untuk terus memandang-Mu
Seringkali berpaling dalam kelalaian yang hina dan tak berarti
Buatku resah untuk menghadap-Mu dalam kerendahanku
Aku ingin…
Mengingat-Mu dalam panjang sujudku
Mengisi malam hening
Hingga teteskan air mata untuk lepaskan dosaku
Membawaku untuk lebih dekat dengan-Mu…dapatkan cinta-Mu
Tak ingin ku abaikan waktu
Sebelum waktuku tiba dengan petaka
Saat ku pergi tinggalkan indahnya dunia
Tanpa kawan, tanpa daya dan tak ada yang tersisa
D' Purple: Meraih Langkah Impianku
D' Purple: Meraih Langkah Impianku: "It's very great for me to write as the first time in my own blog ^_^ biasanya cuma baca-baca blog orang lain dan membaca tulisan mereka yan..."
Meraih Langkah Impianku
It's very great for me to write as the first time in my own blog ^_^
biasanya cuma baca-baca blog orang lain dan membaca tulisan mereka yang kreatif-kreatif banget. tapi sekarang saya ingin mencoba untuk membagikan berbagai macam pengalaman yang pernah saya alami dan saya rasakan.
Well, waktu saya mencoba mengetik judul yang pertama kali, otak saya tiba-tiba memikirkan kata-kata "impian". Entah kenapa saya selalu tertarik dengan kata itu, gelora semangat saya seringkali muncul ketika telinga saya mendeteksi ada kata-kata yang bernama "impian".
seringkali saya merenungkan kata-kata itu, mencoba untuk mengeksplorasi dan memikirkannya hingga menjadi semacam yel-yel penguat langkah saya bahkan dalam bagian terkecil di kehidupan sehari-hari.
Impian adalah sebuah kata yang sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar dalam pencapaian kehidupan kita.
Sewaktu saya masih kecil, saya memiliki impian untuk menjadi seorang penyanyi..(hehehe,,ini dikarenakan hobby saya yang lebih mendominasi dibandingkan pelajaran yang saya terima sewaktu masih kanak2). Saya merasakan kekuatan impian dapat menyuntikkan suatu candu sehingga kita dapat melakukan apapun untuk bisa mewujudkan impian tersebut kalau persentasi impian tersebut sudah sangat tinggi.
Dan impian tersebut sudah semakin beranjak, ketika saya SMP saya memiliki seorang kakak sepupu yang mendapatkan beasiswa di luar negeri, mungkin saat itu saya masih sangat lugu. Mendengar kata "luar negeri" hanyalah sebuah kata-kata yang tidak begitu spesial. Tetapi sekarang kata-kata itu menjadi suatu hal yang sangat menarik minat saya. Bertemu dengan orang-orang luar negeri ketika saya mengikuti kursus bahasa Inggris maupun klub membuat saya ingin merasakan kehidupan di luar sana yang belum pernah saya jamah sebelumnya.
Keinginan untuk belajar di luar negeri semakin besar ketika saya duduk di SMA kelas 3. Saat itu yang saya pikirkan adalah ingin pergi ke Australia untuk mengambil S2 Sastra Inggris. Entah kenapa, hanya ada kata sastra Inggris yang hinggap di pikiran saya waktu itu. Mungkin karena ketertarikan pada bahasa Inggris sangat besar walaupun hanya bermodal casciscus bahasa inggris yang tidak jelas dan grammar yang masih acak-acakan. Tetapi dengan PD saya mengambil langkah besar dalam hidup, yaitu memilih Sastra Inggris sebagai jurusan yang saya akan tekuni.
Akupun masuk di Sastra Inggris UNPAD pada tahun 2008. Di masa-masa perkuliahan saya banyak belajar, arti hidup, persahabatan, perjuangan dan tanggung jawab yang lebih besar. Impian saya juga semakin menjadi-jadi ketika teman2 saya di fakultas semakin banyak yang pergi ke luar negeri dengan membopong beasiswa-beasiswa yang hebat. Sekali lagi saya teringat akan impian saya sewaktu di SMA, seketika ada dorongan yang sangat besar untuk bisa berjuang mendapatkan impian itu lagi, walaupun sempat tertutup kabut dan terabaikan.
kesuksesan= usaha+kemauan+kesabaran
itu rumus yang saya punya selama ini, yahh...ada banyak sekali ocehan dan celetukan yang mungkin tidak mempercayai impian saya, hanya seonggok harapan yang akhirnya akan habis di tempat sampah tanpa ada apa-apa. Saat saya sekolah, nilai saya standar2 saja, tetapi Allah memberikan kelebihan pada saya dalam bidang kesenian yang akhirnya harus saya pasrahkan demi pendidikan yang jauh lebih menjanjikan. Tetapi saya yakin bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama, namun usaha yang akan menentukan akhirnya.
Di hari-hari yang saya jalani, saya mencoba untuk tetap optimis, saya lakukan langkah-langkah kongkrit untuk bisa mencapai salah satu impian saya untuk belajar di luar negeri. pertama kali, saya mencoba mendaftar beasiswa Ajou untuk Spring Semester 2011, ternyata saya gagal pada seleksi yang pertama kali,, karena sejujurnya persiapan saya sangat kurang, dan kemudian saya mengambil lagi kesempatan untuk mengikuti program Internship AIESEC, perasaan saya semakin menggebu-gebu waktu saya tahu kesempatannya lebih besar, namun ternyata saya kembali gagal. Semangat saya masih belum luntur, saya diberitahukan teman saya bahwa aada beasiswa dari IIEF untuk belajar di Kanada, dengan usaha keras saya mencoba untuk mengumpulkan berkas persyaratan bahkan saya mengambil tes TOEFL mendadak tidak peduli hasilnya memungkinkan untuk bisa apply atau tidak. saya terus memacu keinginan untuk do the best. Dan akhirnya aku masih belum lulus juga,, baiklah, perjalanan yang cukup melelahkan karena semua usaha menjadi sebuah normatif belaka. Tidak lama kemudian saya dikasih tahu oleh temen saya mengenai beasiswa yang ada di internet dengan cara voting, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar dan mencoba untuk meminta bantuan dari semua teman2 untuk mem'vote saya, dan pada akhirnya saya menyerah karena kemungkinannya sangat kecil.
Lagi dan lagi, semuanya masih belum menampakkan jalan. Sempat semangat menjadi luntur. Tetapi saya rasa berjuang sampai akhir lebih baik daripada saya tidak melakukan apapun, at least saya tidak harus menyesal nantinya. Saya kembali mendaftar seleksi Ajou untuk Summer School, dan sangat bersyukur saya bisa sampai pada tahap akhir setelah melewati Leaderless Group Discussion, Interview session, Presentation, dan akhirnya saya masuk ke tahap terakhir sampai tahap wawancara langsung sama Direktur KLN UNPAD. Saya sangat kagum dengan teman-teman seperjuangan saya yang juga sangat hebat dan berbakat ketika berada di sepuluh besar. Dengan perjuangan yang berat, membaca artikel, berita nasional dan internasional dan juga pengetahuan korea sampai saya begadang,,*_* lalu meminjam kebaya hujan-hujan demi penampilan yang serba mendadak dan mengerjakan presentasi dari jam 11 malam sampai 6 pagi, saya sudah merasa cukup puas. Karena saya sudah menunjukkan yang terbaik yang saya bisa (walapun sebenernya belum yang terbaik juga sihh ..hehe) saya sudah meneriakkan yel-yel penyemangat dalam hati saya dengan semangat yang benar2 di puncak. Ternyata saya harus kembali menepuk dada ketika saya dinyatakan belum lolos, saat itu saya merasa "agak" down. Saat itu cuma bisa menyemangati diri, bahwa saya setidaknya sudah cukup baik karena saya masuk ke dalam 10 besar dari 106 orang yang mendaftar. Yuupp..satu kemajuan telah saya buat!
Finally, I decided to apply the same selection but in another program.. Saya nyoba program Fall yang menawarkan perkuliahan satu semester di Suwon, Korea. Dengan berberkal pengalaman, saya kembali mengikuti seleksi dari awal. huwaaaahhhh....capeekk sebenernya..tapi ya inilah perjuangan, segala sesuatu yang berharga harus dibayar mahal. Saya mencoba untuk mempersiapkan segalanya dengan lebih matang. Seleksi demi seleksi saya lalui walaupun sempet pesimis, Alhamdulillah saya bisa melewati hingga tahap paling akhir sama seperti saat seleksi summer. Jelas, perasaan saya semakin tidak menentu, karena hasil sudah di depan mata. DAN AKHIRNYAAAA SAYA LOLOS JUGA MENJADI 5 BESAR DELEGASI!!!...saat itu saya ingin menangis, mungkin bagi orang lain ini biasa saja, tapi bagi saya ini adalah salah satu pencapaian yang sangat berharga. Puji syukur selalu saya dengungkan dalam hati karena akhirnya segala usaha yang telah saya lakukan telah terjawab. InsyaAllah saya akan berangkat pada agustus ini sampai Desember ke Korea Selatan, tepatnya di Ajou University. Saya bisa bertemu teman2 yang lain dari 20 negara lain di dunia. SEKARANG SAYA LEBIH YAKIN, BAHWA TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN, PERJUANGKAN IMPIANMU,bukan hanya menjadi dengungan jargon sesaat, namun realisasikan dan terus yakini, dan percayalah bahwa kekuatan itu akan menjadi kekuatan yang dahsyat dalam diri kita!!
IMPIAN BUKANLAH SEBESAR APA IMPIAN ITU BAGI KITA, TAPI SEBESAR APA KITA UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN ITU!! semangat kawann!!!
biasanya cuma baca-baca blog orang lain dan membaca tulisan mereka yang kreatif-kreatif banget. tapi sekarang saya ingin mencoba untuk membagikan berbagai macam pengalaman yang pernah saya alami dan saya rasakan.
Well, waktu saya mencoba mengetik judul yang pertama kali, otak saya tiba-tiba memikirkan kata-kata "impian". Entah kenapa saya selalu tertarik dengan kata itu, gelora semangat saya seringkali muncul ketika telinga saya mendeteksi ada kata-kata yang bernama "impian".
seringkali saya merenungkan kata-kata itu, mencoba untuk mengeksplorasi dan memikirkannya hingga menjadi semacam yel-yel penguat langkah saya bahkan dalam bagian terkecil di kehidupan sehari-hari.
Impian adalah sebuah kata yang sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar dalam pencapaian kehidupan kita.
Sewaktu saya masih kecil, saya memiliki impian untuk menjadi seorang penyanyi..(hehehe,,ini dikarenakan hobby saya yang lebih mendominasi dibandingkan pelajaran yang saya terima sewaktu masih kanak2). Saya merasakan kekuatan impian dapat menyuntikkan suatu candu sehingga kita dapat melakukan apapun untuk bisa mewujudkan impian tersebut kalau persentasi impian tersebut sudah sangat tinggi.
Dan impian tersebut sudah semakin beranjak, ketika saya SMP saya memiliki seorang kakak sepupu yang mendapatkan beasiswa di luar negeri, mungkin saat itu saya masih sangat lugu. Mendengar kata "luar negeri" hanyalah sebuah kata-kata yang tidak begitu spesial. Tetapi sekarang kata-kata itu menjadi suatu hal yang sangat menarik minat saya. Bertemu dengan orang-orang luar negeri ketika saya mengikuti kursus bahasa Inggris maupun klub membuat saya ingin merasakan kehidupan di luar sana yang belum pernah saya jamah sebelumnya.
Keinginan untuk belajar di luar negeri semakin besar ketika saya duduk di SMA kelas 3. Saat itu yang saya pikirkan adalah ingin pergi ke Australia untuk mengambil S2 Sastra Inggris. Entah kenapa, hanya ada kata sastra Inggris yang hinggap di pikiran saya waktu itu. Mungkin karena ketertarikan pada bahasa Inggris sangat besar walaupun hanya bermodal casciscus bahasa inggris yang tidak jelas dan grammar yang masih acak-acakan. Tetapi dengan PD saya mengambil langkah besar dalam hidup, yaitu memilih Sastra Inggris sebagai jurusan yang saya akan tekuni.
Akupun masuk di Sastra Inggris UNPAD pada tahun 2008. Di masa-masa perkuliahan saya banyak belajar, arti hidup, persahabatan, perjuangan dan tanggung jawab yang lebih besar. Impian saya juga semakin menjadi-jadi ketika teman2 saya di fakultas semakin banyak yang pergi ke luar negeri dengan membopong beasiswa-beasiswa yang hebat. Sekali lagi saya teringat akan impian saya sewaktu di SMA, seketika ada dorongan yang sangat besar untuk bisa berjuang mendapatkan impian itu lagi, walaupun sempat tertutup kabut dan terabaikan.
kesuksesan= usaha+kemauan+kesabaran
itu rumus yang saya punya selama ini, yahh...ada banyak sekali ocehan dan celetukan yang mungkin tidak mempercayai impian saya, hanya seonggok harapan yang akhirnya akan habis di tempat sampah tanpa ada apa-apa. Saat saya sekolah, nilai saya standar2 saja, tetapi Allah memberikan kelebihan pada saya dalam bidang kesenian yang akhirnya harus saya pasrahkan demi pendidikan yang jauh lebih menjanjikan. Tetapi saya yakin bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama, namun usaha yang akan menentukan akhirnya.
Di hari-hari yang saya jalani, saya mencoba untuk tetap optimis, saya lakukan langkah-langkah kongkrit untuk bisa mencapai salah satu impian saya untuk belajar di luar negeri. pertama kali, saya mencoba mendaftar beasiswa Ajou untuk Spring Semester 2011, ternyata saya gagal pada seleksi yang pertama kali,, karena sejujurnya persiapan saya sangat kurang, dan kemudian saya mengambil lagi kesempatan untuk mengikuti program Internship AIESEC, perasaan saya semakin menggebu-gebu waktu saya tahu kesempatannya lebih besar, namun ternyata saya kembali gagal. Semangat saya masih belum luntur, saya diberitahukan teman saya bahwa aada beasiswa dari IIEF untuk belajar di Kanada, dengan usaha keras saya mencoba untuk mengumpulkan berkas persyaratan bahkan saya mengambil tes TOEFL mendadak tidak peduli hasilnya memungkinkan untuk bisa apply atau tidak. saya terus memacu keinginan untuk do the best. Dan akhirnya aku masih belum lulus juga,, baiklah, perjalanan yang cukup melelahkan karena semua usaha menjadi sebuah normatif belaka. Tidak lama kemudian saya dikasih tahu oleh temen saya mengenai beasiswa yang ada di internet dengan cara voting, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar dan mencoba untuk meminta bantuan dari semua teman2 untuk mem'vote saya, dan pada akhirnya saya menyerah karena kemungkinannya sangat kecil.
Lagi dan lagi, semuanya masih belum menampakkan jalan. Sempat semangat menjadi luntur. Tetapi saya rasa berjuang sampai akhir lebih baik daripada saya tidak melakukan apapun, at least saya tidak harus menyesal nantinya. Saya kembali mendaftar seleksi Ajou untuk Summer School, dan sangat bersyukur saya bisa sampai pada tahap akhir setelah melewati Leaderless Group Discussion, Interview session, Presentation, dan akhirnya saya masuk ke tahap terakhir sampai tahap wawancara langsung sama Direktur KLN UNPAD. Saya sangat kagum dengan teman-teman seperjuangan saya yang juga sangat hebat dan berbakat ketika berada di sepuluh besar. Dengan perjuangan yang berat, membaca artikel, berita nasional dan internasional dan juga pengetahuan korea sampai saya begadang,,*_* lalu meminjam kebaya hujan-hujan demi penampilan yang serba mendadak dan mengerjakan presentasi dari jam 11 malam sampai 6 pagi, saya sudah merasa cukup puas. Karena saya sudah menunjukkan yang terbaik yang saya bisa (walapun sebenernya belum yang terbaik juga sihh ..hehe) saya sudah meneriakkan yel-yel penyemangat dalam hati saya dengan semangat yang benar2 di puncak. Ternyata saya harus kembali menepuk dada ketika saya dinyatakan belum lolos, saat itu saya merasa "agak" down. Saat itu cuma bisa menyemangati diri, bahwa saya setidaknya sudah cukup baik karena saya masuk ke dalam 10 besar dari 106 orang yang mendaftar. Yuupp..satu kemajuan telah saya buat!
Finally, I decided to apply the same selection but in another program.. Saya nyoba program Fall yang menawarkan perkuliahan satu semester di Suwon, Korea. Dengan berberkal pengalaman, saya kembali mengikuti seleksi dari awal. huwaaaahhhh....capeekk sebenernya..tapi ya inilah perjuangan, segala sesuatu yang berharga harus dibayar mahal. Saya mencoba untuk mempersiapkan segalanya dengan lebih matang. Seleksi demi seleksi saya lalui walaupun sempet pesimis, Alhamdulillah saya bisa melewati hingga tahap paling akhir sama seperti saat seleksi summer. Jelas, perasaan saya semakin tidak menentu, karena hasil sudah di depan mata. DAN AKHIRNYAAAA SAYA LOLOS JUGA MENJADI 5 BESAR DELEGASI!!!...saat itu saya ingin menangis, mungkin bagi orang lain ini biasa saja, tapi bagi saya ini adalah salah satu pencapaian yang sangat berharga. Puji syukur selalu saya dengungkan dalam hati karena akhirnya segala usaha yang telah saya lakukan telah terjawab. InsyaAllah saya akan berangkat pada agustus ini sampai Desember ke Korea Selatan, tepatnya di Ajou University. Saya bisa bertemu teman2 yang lain dari 20 negara lain di dunia. SEKARANG SAYA LEBIH YAKIN, BAHWA TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN, PERJUANGKAN IMPIANMU,bukan hanya menjadi dengungan jargon sesaat, namun realisasikan dan terus yakini, dan percayalah bahwa kekuatan itu akan menjadi kekuatan yang dahsyat dalam diri kita!!
IMPIAN BUKANLAH SEBESAR APA IMPIAN ITU BAGI KITA, TAPI SEBESAR APA KITA UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN ITU!! semangat kawann!!!
Langganan:
Postingan (Atom)