Hari ini saya kembali berkutat dengan aktifitas yang selalu saya lakukan, ya..salah satunya adalah mengajar..
"guru" atau apapun itu sering kali dianggap sebagai seseorang yang memiliki "value" yang kurang berkualitas. Lihat saja realitas ketika kita masih duduk di bangku sekolah SD,SMP, dan SMA, saya rasa lebih banyak murid yang meremehkan gurunya dibandingkan menyadari betapa pentingnya arti guru bagi setiap kehidupan manusia. kasarnya, guru adalah media kita untuk bisa menerima banyak informasi dan ilmu yang sulit kita lakukan sendiri. Saya sangat bahagia untuk dapat berbagi ilmu dengan siapapun, bahkan untuk anak-anak yang tidak saya kenal, mungkin yang saya tahu, mereka hanyalah anak SMA yang sudah berada di tingkat akhir dan ingin mengikuti tes SNMPTN untuk bisa melanjutkan kuliah mereka walaupun mereka berada di daerah pinggiran seperti Jatinangor.
Ketika saya menjelaskan, mereka memperhatikan dengan serius, melihat ke arah saya dengan harapan ilmu yang saya salurkan dapat diterima dengan baik oleh mereka. Saya sangat salut, mereka dengan gigih berjuang untuk dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Bayangkan ketika anak seusia mereka biasanya jam 9 pagi masih menonton tv, bermain, atau bahkan masih terlelap menikmati mimpi-mimpi yang terlalu indah untuk ditinggalkan dan kembali ke dunia nyata, mereka dengan semangat pergi ke tempat bimbel "nonprofit" yang walaupun seadanya tapi tetap mencoba untuk setidaknya melangkahkan kaki mereka dan berniat menyambut ilmu yang ada sampai habis zuhur. Setelah itu mereka mengikuti bimbingan belajar dari UNPAD dari jam 2 siang sampai habis magrib dan itu berlangsung setiap hari..SUNGGUH MENAKJUBKAN DAN IRONIS. Ketika banyak orang yang memiliki fasilitas lengkap lebih memilih untuk bermain, nongkrong, menghabiskan waktu yang tidak jelas, dan tidur. Mereka, "laskar tangguh" (begitulah aku menamakannya) dengan segala keterbatasan dan kondisinya masih merelakan diri mereka untuk terus berusaha lebih baik. Bagaimana dengan kita???
Ketika aku pulang setelah selesai mengajar, aku menonton sebuah tayangan yang menceritakan tentang seorang pengajar bernama Yohanes Surya. Dia adalah seorang pengajar matematika dan fisika yang dengan penuh ketulusan berkontribusi untuk berjuang mengajarkan anak-anak pelosok maupun guru-guru di daerah pedalaman untuk bisa menyukai dan mempelajari matematika dengan cara yang lebih mudah. Ia pun telah mencetak banyak pemenang juara sains internasional. Ketika semua orang mencemooh Indonesia dan mencoba untuk menjelek-jelekkan negaranya sendiri, ia justru ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang maju dalam pengetahuan sains'nya. hal ini membuat saya semakin termotivasi bahwa lebih baik kita mencoba untuk memperbaiki diri kita sendiri, dibandingkan sibuk menyalahkan diri jika kita memiliki kekurangan, dan itu bisa menjadi salah satu analogi yang bisa kita pegang akan bangsa kita sendiri, bangsa Indonesia.
Marilah kawan, kita bangun negara kita walaupun dengan hal yang kecil. Namun ketika hal tersebut bermanfaat saya rasa itu tidak akan menjadi suatu hal yang sia-sia begitu saja. Buktikan bahwa kita adalah orang-orang yang tangguh,, jangan terlalu memusingkan segala hal yang ingin kita dapatkan, tapi pikirkan dengan keras bagaimana caranya untuk dapat menjadikan hidup kita lebih berkualitas dari hari ke hari. Berfikirlah dengan keras bagaimana caranya untuk lebih banyak memberi energi positif yang bisa dibagikan untuk orang lain. Jangan hanya diam dan memaki, tetapi lakukan sesuatu dan berubahlah menjadi solusi. Tulisan ini saya buat untuk menjadi cambuk bagi diri saya dan juga para teman-teman yang membaca tulisan ini. Semoga apa yang telah saya tulis bisa menjadi bermanfaat bagi semua dan semoga akan selalu bermanfaat.. ^_^ semangat!!! tetap simpan api semangatmu dan biarkanlah orang lain merasakan kehangatannya atau bahkan bara apinya sekalipun!! Keep fighting for the best!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar